Asiknya Berwisata ke Curug Cikaso

Pemandangan Curug Cikaso Sukabumi
Pemandangan Curug Cikaso Sukabumi

Pesona alam yang ditawarkan Curug Cikaso memang tiada duanya, keindahan alam yang mempesona para pengunjungnya memang selalu menarik perhatian. Lokasi Curug Cikaso ini terletak di Cibiliung, Kecamatan Japang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Terletak di Sukabumi, tidak heran jika curug cikaso menawarkan keindahan alam, kawasan Sukabumi memang terkanl dengan wisata alamnya yang indah dan masih alami. Sukabumi juga masih memiliki udara yang sejuk, dari Sukabumi lokasinya idak jauh dengan Bogor dan Cianjur, sehingga jika kalian belum puas wisata asik di curug cikaso, bisa dengan mudah bepergian ke kota tetangga untuk berwisata asik.

Untuk menuju ke curug cikaso di Sukabumi ini, kalian harus menuju ke kota kecil yang bernama Surade, selanjutnya perjalanan bisa dilanjutkan dengan kendaraan, bisa menggunakan kendaraan, bisa mengginakan kendaraan roda dua atau roda empat, disini juga akan dengan mudah menemukan ojek atau angkutan umum. Setibanyakalian bisa melaju hingga tiba di pertigaan Jalan Cikaso dengan kondisi jalan yang berliku dan beraspal cukup baik.

Kemudian, perjalanan bisa dilanjuykan dengan menelusuri anak sungai Cikaso dengan menggunakan perahu motor kayu yang dapat menampung hingga 10 orang, dimulai dari jalur kampung Ciniti menuju lokasi tempat wisata Curug Cikaso. Selama perjalanan menuju curug, kalian akan melihat pemandangan mempesona dari hijaunya hamparan sawah dan indahnya alam pegunungan yang akan memanjakan mata dengan sajian pemandangan yang eksotis.

Curug dalam bahasa sunda digunakan pleh masyarakat lokal Sekabumi yang artinya air terjun. Menurut informasi, Curug Cikaso ini memiliki ketinggian +/- 80 meter dengan lebar +/- 100 meer. Dulunya Curug Cikaso memailiki nama Curug Luhur, karena air mengalir dari anak sungai Cikaso yang bernama Cicurug. Namun, untuk kebanyakan orang, Curug ini lebih dikenal dengan nama Curug Cikaso.

Tetapi, ada juga yang menyebut Curug ini dengan nama Curug Ciniti, hal ini karena curug ini masuk dalam kawasan Ciniti, maka tidaklah heran jika masih ada yang menyebut Curug Cikaso dengan sebutan Curug Ciniti.

Curug Cikaso selain menjadi salah satu objek wisata alam Sukabumi karena keindahannya yang mempesona, Curug Cikaso ini dariĀ  zaman dahulu hingga kini, dianggap sebagai curug keramat oleh sebagian besar orang. Curug ini terbentuk dari tiga air terjum yang saling berdampingan, air bawah kolamnya berwarna hijau kebiru-biruan. Kedua titik air terjun tersebut dapat terlihat dengan jelas, sedangkan yang satu lagi terlihat agak tersembunyi dengan tebing yang menghadap ke timur.

Konon, masing-masing curug di Curug Cikaso memiliki makna tersendiri, nama Curug tersebut adalah Curug Pantai Laut Selatan dimana menurut legenda di balik dinding Curug tersebut terdapat barang milik Ratu Pantai Laut Selatan. Ada juga Curug lainnya bernama Curug Prabu Siliwangi, menurut cerita masyarakat setempat dulunya curug ini dijadikan sebagai tempat pemandian Prabu Siliwangi dalam perjalannya menuju ke Pesisir Pantai Selatan.

Walaupun banyak cerita-cerita mistis atau pun dianggap sebagai curug keramat, Curug Cikaso ini tidak pernah sepi pengunjung, keindahan mempesonanya menutupi hal-hal yang menyeramkan. Tidak heran, banyak wisatawan pun kadang kembali lagi untuk menikmati keasikan berwisata di Curug Cikaso yang satu ini.

Wisata Gardu Action, Tempat Wisata Gratis dan Unik

Wisata Gardu Action, Tempat Wisata Gratis dan Unik
Wisata Gardu Action, Tempat Wisata Gratis dan Unik

Wisata Gardu Action merupakan tempat wisata yang unik, karena dibuat menggunakan sampah yang didaur ulang. Negara Indonesia merupakan 5 negara sebagai penyumbang sampah plastik paling besar, yang mengalir menuju laut, selain negara Filipina, Tiongkok, Sri Lanka. Memang sampah ini merupakan permasalahan yang ada sejak dulu, termasuk yang dibuang ke laut, bahkan dapat Anda temukan pesisir selatan Yogyakarta. Namun berkat peran dari kelompok pemuda yang ada di lokasi Pantai Parangkusumo, maka masalah sampah itu bisa terpecahkan dengan Gardu Action. Di mana kebanyakan orang enggan berurusan dengan sampah, dan membuangnya. Tetapi cara yang dilakukan oleh sekumpulan anak muda terbilang kreatif dan berguna. Mari baca selengkapnya.

Tentang Gardu Action

Atau kepanjangannya Garbage Care & Education. Setelah Anda tiba di lokasi, Anda akan menemukan gerbang yang dibuat menggunakan susunan dari potongan bambu. Ketika Anda memasuki wilayah Gardu Action, Anda tak perlu membayar sama sekali. Tetapi jika memang Anda hendak membantu maka Anda dapat mengisi kotak sumbangan yang sudah disediakan di sana, tentunya donasi tersebut akan benar-benar membantu perkembangan Gardu Action ke depannya.

Di sini Anda dapat melihat beberapa pohon cemara yang teduh, dan ada tempat duduk yang dibuat menggunakan ban karet bekas dan kayu, dan juga ada sofa-sofa usang. Selain itu, Anda pun dapat menemukan beberapa ornamen unik yang ada pada beberapa sudut sampai dengan tepi laut, yang menjadikan lokasi di sana menjadi terlihat lebih cantik. Tidak hanya untuk pemanis saja, tetapi beberapa ornamen yang dapat Anda temukan juga digunakan untuk background atau objek foto, jadi bagi yang gemar selfie memang di sini merupakan lokasi yang tepat. Dan semua ornamen yang unik itu dibuat menggunakan barang-barang bekas, di mana kebanyakan orang menganggapnya sebagai sampah. Nah, di sini Anda sudah mengetahui garis besar dari Gardu Action, yang membutuhkan support Anda juga.

Mengatasi Sampah

Dengan adanya Gardu Action, sampah yang menjadi masalah di pantai Parangkusumo pun dapat teratasi. Bahkan sampah yang ada di pantai tersebut cukup banyak. Untuk hari-hari biasa saja, sampah yang muncul karena buangan oleh penduduk dan wisatawan bisa melebihi 1200 L dalam 1 hari. Itu saat hari-hari biasa, saat hari-hari libur, total sampahnya bisa berkali lipat hingga 7000 L dalam 1 hari.

Bulan April 2015, banjir pun melanda Bantul, dan jumlah sampah yang terdapat di pantai pun bertambah. Dan pada 4 Juli 2016, tanah kosong yang sebelumnya Cuma ditumbuhi oleh pohon cemara udang dan banyak timbunan sampah, sekarang sudah disulap jadi tempat wisata gratis, yang memanfaatkan barang bekas dan sampah. Tentunya kerja keras ini harus diapresiasi dan semoga kesadaran orang-orang dan wisatawan yang terbiasa buang sampah sembarangan dapat berubah.

Gardu Action, Pengolahan Sampah yang Sederhana

Memang jika dibandingkan dengan negara lain, maka pengolahan sampah di Gardu Action ini masih menggunakan cara manual dan benar-benar sederhana. Berbeda dengan negara lain, contohnya Swedia yang sudah mengelola sampah memakai alat yang canggih dan sampah dapat digunakan untuk energi alternatif. Sampah yang masih dapat digunakan (Reuse), dikumpulkan, kemudian diolah jadi barang baru dan layak pakai (Recyle). Untuk sampah-sampah yang sifatnya mudah membusuk diolah jadi kompos. Di Gardu Action pun ada edukasi mengenai sampah. Sekian artikel tentang wisata Gardu Action, tempat wisata gratis dan unik, semoga bermanfaat.